EFEK CELAH KLEP

Penyetelan celah klep dimaksudkan untuk mempertahankan celah (clearance) antara ujung batang katup dengan ujung baut penyetel katup agar tetap sesuai standar. Tujuannya untuk diperoleh unjuk kerja mesin yang optimal.

Pemberian Jarak Bebas dimaksudkan guna mengantisipasi pemuaian pada klep selama proses pembakaran pada mesin.

Jika Jarak bebas klep terlalu lebar dapat mengakibatkan suara berisik pada mesin (daerah penutup setingan klep) dan jika jarak bebas klep terlalu sempit, saat klep memuai maka klep akan terdorong sehingga membuka port-port saluran masuk/buang pada ruang bakar, mesin akan kehilangan kompresi, susah stasioner, bahkan dapat menyebabkan klep gosong .

Setelan klep juga mempengaruhi lift (tinggi klep membuka) dan duration (lama waktu membuka) katup.
misal, pada celah standar, lift katup 5,5 mm. nah, ketika dibikin lebih sempit 0,02 mm, maka lift akan bertambah pula, tergantung jarak poros rocker arm. (kalau jarak poros di tengah, maka akan bertambah 0,02 mm pula, jadi 5,52 mm, kalo gak ditengah, bisa dihitung pake persamaan sederhana). meski sangat sedikit, tapi efek bagi mesin akan terasa cukup signifikan.

Ketika klep direnggangkan, maka angkatan klep berkurang, dan durasi klep juga berkurang. hal ini membuat langkah kompresi lebih padat (karena lebih lama), meski fluida yang masuk lebih sedikit. klep buang juga akan membuka lebih lambat ketika akhir langkah tenaga, sehingga langkah tenaga lebih lama.
nah, karena kompresi lebih padat dan langkah tenaga lebih panjang, maka torsi putaran bawah menengah lebih bagus. apalagi, setelan renggang mampu menyediakan celah buat katup untuk menutup sempurna.
torsi lebih bagus diperoleh dengan pemakaian bbm yang lebih sedikit (karena lift dan duration berkurang), so lebih irit. katup juga mempunyai kesempatan untuk menyalurkan panas lewat dudukan katup lebih lama, jadi katup lebih dingin.

sebaliknya, jika stel klep lebih rapat, maka lift dan duration bertambah, efeknya, bbm lebih banyak, namun langkah kompresi kalah padat (karena lebih pendek) dibandingkan dengan setelan katup renggang. demikian pula, langkah tenaga lebih pendek dari setelan klep renggang. so, torsi pada putaran bawah menengah lebih kecil, namun tenaga putaran atas lebih bagus, karena flow bbm lebih banyak dan lancar. bbm pun lebih boros daripada set-elan renggang.

namun perlu diingat, jika terlalu renggang, mesin akan berisik, so kepala katup, rocker arm, ujung baut penyetel katup, dan noken as akan cepat aus. bearing noken as juga cepat aus karena hentakan bertambah. selain itu, karena terlalu renggang, laju gas masuk dan keluar mesin berkurang terlalu banyak, mesin justru kurang tenaga (ngempos), dan lebih panas (karena lean, dan gesekan bertambah). karena tenaga berkurang, hasilnya boros juga karena harus memutar grip gas lebih dalam.

demikian pula jika terlalu rapat, katup tidak menutup sempurna, so mesin susah hidup (susah stasioner), tenaga ngempos (kompresi bocor), katup overheat (pelepasan panas tidak cukup,

terutama katup buang), juga ujung katup serta ujung baut penyetel katup lebih cepat aus (karena terkena dorongan ledakan ruang bakar dari katup). efeknya, mesin lebih panas juga, bbm boros. bahkan, katup bisa melengkung.

Yang paling bagus, emang stel sesuai spek standar. jika mau lebih rapat atau renggang, jangan terlampau jauh dari ukuran standar. Kecuali spec motor kompetisi.

Ditulis dengan WordPress untuk Blackberry

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: