2 Tahun Nunggang Byson

Tidak terasa 2 tahun telah berlalu. Waktu berjalan dan kini umur Red Yamaha Byson sudah memasuki bulan ke 24 alias 2 tahun. Banyak suka duka dalam perjalanannya….pahit ketika terjadi masalah dan senang kala semua memberikan dampak positif. Btw…gimana impresi selama periode tersebut dilewati?

Jujur dalam hati, n2ng harus fair mengatakan….puas. Semua isu yang mencuat tentang lemahnya segitiga Byson, kurang bagusnya durability engine plus tetek bengek negatif lain tidak terbukti. Dalam catatan harian n2ng…mungkin hanya empat yang sempat masuk daftar hitam yakni speedometer sedikit ngembun (sudah diganti baru secara gratis oleh Yamaha dalam bentuk klaim), oli merembes dari oil cap (seal diganti dengan part after market) plus jejak kotor seperti oli tipis pada tabung suspensi depan (setelah dicek semua normal dan memang seperti itu hingga sekarang). Btw…dulu sebenarnya ada satu yang sempat menjadi konsen n2ng yakni engine Downshift, tiba-tiba ketika digeber…namun ternyata hal tersebut hilang sendiri tanpa dilakukan pengecekan apapun…(penyakit aneh) hehehehe…!!!

Uniknya, setelah 2 tahun berlalu…nyaris malah tidak ada penyakit yang menjangkiti sikebo. Engine tetap halus, bodi-bodi masih kencang seperti baru. Begitu pula tanki kondom yang dikuatirkan terjadi vibrasi atau ringkih seiring umur…semua tidak terbukti, 8 baut mengikat dengan sempurna. Sementara sisi mesin….pada kondisi adem sekalipun, tidak perlu puntir tuas cuk….sekali pencet electric starter, langsung hidup. Keampuhan mesin juga dibuktikan ketika menerjang hujan badai…banjir, mampu dilibas tanpa pernah ngadat. Terus bagaimana komsumsi bensin??…

Walau tidak melakukan test akurasi secara detil, berdasarkan periode jenjang pengisian…..komsumsi bahan bakar sikebo masih tetap terjaga pada kisaran 1: 39-43km…tergantung gaya berkendara. Kalau sering betot gas….dipastikan turunnya bar indikator fuel rada cepat. Namun semua masih dalam batas toleransi. Yang menarik adalah kekuatan ban IRC Road Winner mzbro. Tidak salah pabrikan macam Honda dan Yamaha menggandeng mereka guna dipasang pada CBR series serta Byson…sebab memang awet tetap dalam kondisi prima. Terbukti alur batikan masih menonjol plus kompon halus tidak dijumpai crack atau retak halus….hanya klo musim hujan ban terasa licin sering slip.

Kini…kilometer sikebo telah tembus 22,5 ribuan. Melahap jarak segitu dirute yang ganas macam Jakarta-Bekasi, ternyata RedByson tidak banyak minta jajan. N2ng cukup mengeluarkan cost ganti kampas rem depan…85ribu rupiah (sekali), Damper tromol…15ribu rupiah (harusnya sudah ganti lagi nih, tapi belum sempet ) serta servis seperlunya.

Ditulis dengan WordPress untuk Blackberry

Tapi…tentu saja tidak ada gading yang tak retak. Dalam pandangan n2ng kelemahan mendasar motor ini bukanlah pada performa mesin ataupun durability. Melainkan penahan laju sikuda besi yang kurang mumpuni terutama tromol belakang dimana gigitan jauh dari yang diharapkan. Jadi n2ng harus selalu awas…konsentrasi mencegah adanya panik brake dikarenakan bakal sangat merepotkan. Artinya…Yamaha sudah selayaknya mempertimbangkan Byson RDB guna mendongkrak safety plus visual pastinya. Apalagi karet bundar sikebo tergolong jumbo yang membutuhkan perangkat rem tangguh untuk menjinakkan gaya dorong pada kecepatan tinggi. Gimana menurut mzbro semua…setuju nggak jika Yamaha brojolin Byson double disk brake.….??????? Ths

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: