Jika Karburator Bermasalah

Karburator sering bermasalah tentu sangat menjengkelkan. Apalagi kejadiannya persis lagi di jalan dan ngejar waktu untuk urusan tertentu. ”Tadi nggak apa-apa kok, sekarang malah mbrebet (tersendat-sendat) dan tarikannya melambat, seperti nggak punya tenaga”.

Umumnya, permasalah yang muncul karena stasioner putaran mesin per menit (RPM) yang tidak stabil. Akibatnya saat motor dipanaskan atau dalam posisi diam dan pengendara tidak menarik tuas gas, tiba-tiba suara mesin keras. Tak berapa lama kemudian kembali melemah. Begitu seterusnya.

Jika kerja karburator semakin melemah, padahal busi dan bahan bakar tidak bermasalah, berarti sumber masalahnya terletak pada pengabutan bahan bakar yang tidak sempurna dan proses pencampuran udara yang terlambat.

Bagaimana mengatasinya, simak beberapa tips berikut.

1. Putaran Mesin (Rpm) Lemah

Saat menarik tuas gas hingga seperempat dari ukuran seharusnya, putaran mesin ternyata tidak mau naik. Alhasil motor seperti sulit untuk dijalankan.

Hal ini terjadi karena bahan bakar yang masuk ke lubang venturi karburator sedikit, sebaliknya asupan udara yang masuk lebih banyak.

Solusi

a. Agar campuran udara dan bahan bakar seimbang, sebaliknya gunakan jarum skep (throttle) yang berukuran lebih kecil.

b. Agar udara yang masuk ke venturi dapat ditekan kuat ke arah ruang bakar, putarlah skep setelan udara ke arah jarum jam atau mengencanginya.

2. Mesin Tersendat-Senda.

Hal ini dikarenakan campuran bahan bakar yang ada di venture (lubang karburator) dengan udara tidak seimbang alias tidak cukup banyak. Sehingga berpengaruh pada proses pembakaran.

Inilah kenapa motor jadi mrebet. Karena hentakan tenaga untuk mendorong piston juga lemah hasil dari pengaruh diatas.

Solusi

a. Untuk memudahkan dan memperbanyak suplai udara dengan bahan bakar, putar setelan sekrup udara searah jarum jam atau arah menutup.

b. Posisi pilot jet pindah ke ke tingkat yang lebih besar.

c. Untuk membuat campuran udara dan bahan bakar di venturi yang akan disemburkan ke ruang bakar mesin lebih besar. Sebaiknya segera ganti jarum skep atau throttle dengan jarum yang berdiameter lebih kecil.

3. Tarikan lemah

Tarikan lemah disebabkan karena campuran bahan bakar dan udara yang tidak sempurna (kering). Untuk mengatasinya, gantilah main jet dengan ukuran yang lebih besar.

4. Motor Berasap Hitam

Kurang juga bermasalah, begitu juga dengan kelebihan. Maksudnya jika motor banyak mengeluarkan asap hitam, atau istilah mekaniknya karburator terlalu basah. Hal ini terjadi karena asupan bahan bakar ke lubang venturi terlalu banyak dari takaran semestinya. Dan berbanding terbalik dengan udara yang masuk terlalu sedikit.

Solusi

a. Untuk memperbanyak udara di venturi, putar sekrup setelan udara keluar atau ke arah melepas.

b. Gantilah segera anti pilot jet ke nomor yang lebih kecil

c. Ganti jarum skep (throttle) dengan jarum yang berukuran lebih besar.

5. Tenaga Mesin Ngedrop dan Kecepatan Melemah

Jika tenaga mesin ngedrop dan kecepatan melemah, hal ini terjadi karena campuran udara dan bahan bakar di karburator terlalu banyak atau melebihi takaran yang semestinya. Lazimnya disebut ”banjir”.

Solusi

a. Segera lepas karburator dan setel jarum pencampuran udara dan bahan bakar. Dan agar lebih sempurna lagi pencampuran udara dan bahan bakarnya, gunakan main jet berukuran kecil.

Selain itu, jangan lupa lepas busi dan bersihkan bagian kepalanya. Dan setel jarak antara pemantik busi dengan sumbu agar proses pengapian lebih baik lagi.

Semoga bermanfaat…..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: